Loading...

Jumat, 01 April 2011

Senapan Jaman Perang Kemerdekaan Indonesia


Waktu agan2 SD, guru agan pasti bilang, kalo pejuang kemerdekaan Indonesia senjatanya ntu bambu runcing.. Well, ada benernya juga sih, tapi sebenernya salah gan.. Sejak zaman perjuangan dulu, kita udah make bedil gan, meskipun kebanyakan comotan (rampasan) dari Belanda, Inggris, ato Jepang.. Tapi baru ketika zaman Perang Dunia 1 fungsi senapan digunakan sebagai senjata utama, sebelumnya fungsi senapan hanya sebagai pelengkap, senjata utamanya pedang yang terpisah atau bayonet di ujung senapan.. Sebab utamanya adalah karena sistem musket yang sebelumnya dipakai sangat repot dan tidak akurat..

Nih beberapa di bedil yang ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.. Senapan2 ini digunakan di akhir zaman penjajahan (1920an ke atas)..

1. Sten Gun (Mk I - Mk VI)

Sub machine gun buatan Inggris ini mulai diproduksi taun 1941. Didesain oleh Major Reginald V. Shepherd dan Harold J. Turpin. SMG ini didesain untuk bisa mudah diproduksi massal dan murah harganya. Tidak heran kalau bentuk SMG ini simpel dan kasar. Perbandingan harganya adalah 15 sten gun sama dengan 1 Lee Enfield. Pejuang kita merampasnya dari tentara Inggris. Rate of fire: 500 peluru/menit. Jarak efektif: 60 m.

2. LE (Lee Enfield)



SMLE (Short Magazine Lee Enfield), merupakan bolt action rifle yang awal-awal mengadopsi sistem magasin. Pertama diproduksi oleh Inggris taun 1895 dan digunakan di dua perang dunia bahkan pada konflik afganisthan. Sesuai namanya, senapan ini didesain oleh James Paris Lee, RSAF (Royal Small Arms Factory: Pabrik senjata Inggris) Enfield. Pejuang kita merampasnya dari Inggris dan Belanda. Jarak efektif: 503 m.

3. Owen

Owen merupakan SMG buatan Australia. Pertama diproduksi tahun 1938. Didesain oleh Evelyn Owen, veteran tentara Australia. DIbuat berdasarkan SMG Sten Gun Inggris dan Thompson amerika. SMG ini berhasil menjawab kekhawatiran Australia yang saat itu sedang kekurangan senjata padahal Jepang akan menjajah Australia. Dirampas dari Inggris. Rate of Fire: 700 peluru/menit.

4. M1 Garand

Mungkin inilah semi automatic rifle sekutu paling terkenal di muka bumi semasa perang dunia 2. Senjata ini pasti jadi senjata wajib kalo agan main game fps WWII kayak Call of Duty. Senjata bolt action terlaris dalam sejarah. Buatan Amerika Serikat, pertama diproduksi tahun 1936. Didesain oleh John C. Garand. Dirampas dari Inggris dan Belanda. Jarak efektif 402 m.

5. Bren



Siapa tak kenal Bren? Light machine gun dari Inggris ini merupakan andalan sekutu untuk menyaingi light machine gun Jerman yang terkenal, MG42. Sangat terkenal dan digunakan secara luas di hampir seluruh permukaan bumi. Sebenarnya Bren merupakan modifikasi dari light machine gun Cekoslovakia, ZB vz. 26. Nama Bren sendiri adalah akronim dari Brno (tempat ZB vz 26 didesain) dan Enfield (RSAF). Pertama diproduksi 1935. Dirampas dari Inggris dan Belanda. Rate of Fire: 500–520 peluru/menit. Jarak efektif: 550 m.

6. Arisaka



(有 坂銃 Arisaka-jū) merupakan bolt action rifle buatan Jepang. Terdiri dari 5 varian, type 30, 38, 44, 97, 99. Pejuang Indonesia paling banyak menggunakan yang 44. Diproduksi pertama kali 1898. Dirampas dari Jepang. Jarak efektif: 400 m.

7. Nambu type 97



Light machine gun buatan Jepang ini selain digunakan oleh infantry, tapi dipasang juga di tank dan pesawat. Diproduksi dari tahun 1937. Rate of Fire: 500 peluru/menit. Jarak efektif 540 m.




8. Lewis



Light machine gun ini merupakan hasil kerja sama Amerika Serikat dan Inggris. Diproduksi di kedua negara dan didesain oleh Colonel Isaac Newton Lewis, seorang tentara Amerika. Mulai diproduksi 1913. Digunakan sangat luas oleh angkatan bersenjata Inggris pada masanya. Senapan ini pernah menorehkan sejarah di Indonesia, gembong PKI Muso, tewas di tangan senapan ini. Rate of Fire: 500–600 peluru per menit. Jarak efektif 800 m.

9. Thompson



Buat agan yang main game call of duty pasti udah ga asing sama yang satu ini. SMG andalan sekutu pas PD2 dan senjata standar pasukan sekutu ini dibikin oleh Amerika Serikat dari tahun 1921. Didesain oleh John T. Thompson. Dalam sejarahnya banyak dipakai oleh mafia-mafia seperti al capone, dan pada zaman mafia itu, senapan ini terhitung SMG mewah, terutama karena harganya. Dikenal mahal, sulit diproduksi, dan ribet, tapi sangat luas penggunaannya. Meski begitu, cuma sedikit yang masuk ke Indonesia. Dirampas dari Belanda. Rate of Fire: 600-1200 peluru/menit. Jarak efektif: 50 m.




10. Type 100 SMG


Ini submachinegun yang dipakai jepang pas perang dunia 2, biasa digunakan oleh non commisioned officerny dan paratrooper n meskipun terbatas, smg ini sempat dipakai pejuang kita. Mengadopsi SMG legendaris Jerman dari Perang Dunia 1 penyapu parit sekutu, Bergmann. Diproduksi oleh Nambu pertama kali tahun 1942. Rate of Fire: 720 peluru/menit. Jarak Efektif: 800-1800m


11. Type 92 Heavy Machinegun


(九 二式重機関銃, Kyuunii-shiki juu-kikanjuu) Senapan mesin Jepang ini digolongkan heavy machinegun bukan hanya dari beratnya yang sangat merepotkan, tapi karena besar kalibernya dan kemampuannya untuk melumpuhkan pesawat sekutu. Dipakai sebagai anti-air atau anti kendaraan. Mengadopsi "Light" machinegun Itali, Hotchkiss, dan seperti Type 100 SMG didesain dan dibikin oleh pandai senjata Kijiro Nambu tahun 1932. Digunakan secara luas baik oleh Jepang maupun jajahannya (Indonesia). Rate of Fire: 300 peluru/menit. Jarak efektif: 800 m.

12. Steyr Mannlicher M1895




Senapan Bolt Action ini merupakan senapan standar KNIL, yang banyak dipergunakan oleh jepang melatih tentara PETA dan Heiho (tentu dari hasil rampasan perang saat Hindia Belanda jatuh ke tangan jepang). dan pada akhirnya banyak yang dipakai oleh pejuang kita saat perang kemerdekaan. Termasuk salah satu senapan dengan muzzle velocity tertinggi.Didesain oleh Ferdinand von Mannlicher, dan diproduksi oleh pabrik senjata Austria Steyr yang kini memproduksi Steyr AUG (B44 CT di Counter Strike, agan yang main pasti tau), assault rifle yang ikut memperkuat Densus 88 kini.

dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar